Manfaatkan Tanaman Sekitar, Mahasiwa KKN Tim 2 Undip Desa Pogung Adakan Pendampingan Pembuatan Bio-Pestisida

KGS-News

Kyagalangsewu.net, Klaten– Hama wereng merupakan masalah krusial yang sering dihadapi oleh petani padi. Di antara dampak serangan hama wereng yakni kegagalan panen dan penurunan produktivitas beras. Masalah tersebut sering terjadi pada sektor pertanian di Indonesia khususnya sektor pertanian di daerah Klaten tepatnya di Desa Pgung Kecamatan Cawas. Petani sering kesulitan dalam mengatasi masalah hama wereng. Hal ini menjadi perhatian khusus oleh mahasiswa yang sedang melakukan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Pogung.

Manbaul Hafidzoh, mahasiswa jurusan Kimia bersama rekan KKN tim 2 Undip melakukan program untuk membantu mengatasi permasalahan hama wereng dengan memanfaatkan tanaman sekitar menjadi bio-pestisida sebagai pengendali hama wereng di Desa Pogung. Kegiatan ini merupakan pelaksanaan salah satu program kerja monodisiplin dengan metode sosialisasi dan pelatihan.

[Pelatihan Pembuatan Biopestisida]

Di Desa Pogung terdapat potensi daun sirsak yang belum dimanfaatkan secara optimal. Daun sirsak mengandung fitokimia yaitu zat annonain dan resin yang efektif untuk mengendalikan thrips dan wereng coklat. Selain daun sirsak, tanaman lain yang memiliki potensi pengendali hama wereng adalah daun papaya, lidah buaya dan bawang putih. Daun papaya sendiri mengandung bahan aktif papain serta rasanya sangat pahit, sedangkan bawang putih tidak disukai beberapa serangga dan hama, kemudian tanaman lidah buaya bersifat antibakteri yang berperan untuk mengendalikan penyakit hama werung. Penggunaan bahan organik sebagai pestisida tersebut merupakan upaya dalam pemanfaatan tanaman sekitar

Program kerja ini dilakukan pada Rabu, (09/08/2023) dan diikuti oleh 15 anggota Kelompok Tani Desa Pogung, di antaranya  Handono, Kasi Kesejahteraan dan Pembangunan, Sawiji, Kepala Dusun III Desa Pogung, dan 9 mahasiswa KKN.

Acara sosialisasi dan pelatihan ini diawali dengan pembukaan kemudian pengenalan jenis pestisida dan manfaat tanaman sekitar sebagai bio-pestisida. Selanjutnya, dilakukan pemaparan alat dan bahan, persiapan bahan, dan juga penayangan video terkait cara pengolahan bio-pestisida. Kemudian praktik yang dijelaskan oleh mahasiswa secara langsung.

Kelompok Tani Desa Pogung sebagai peserta pelatihan sangat antusias untuk mengikuti kegiatan dan dibuktikan dengan adanya pertanyaan dan reaksi aktif dari Kelompok Tani. Adapun luaran dari program yang dihasilkan adalah leaflet bio-pestisida serta cara pengolahan dan aturan pakai pestisida.

Kegiatan ini diharapkan para petani mampu membuat bio-pestsida dengan memanfatakan tanaman sekitar sehingga mengurangi pemakaian pestsida kimia yang memiliki efek jangka panjang pada pertanian.

Penulis : Manbaul Hafidzoh

Editor: Atia/KGS Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *