Ponpes. Kyai Galang Sewu Adakan Diklat Cara Baca dan Menghafal Al-Qur’an dengan Metode Yanbu’a

KGS-News

Kyai Galang Sewu, Tembalang- Fadhilah Al-Quran ada empat yaitu kitab paling utama, mu’jizat Nabi Muhammad SAW paling agung, menjadikan hidup bahagia, dan Al-Qur’an menjadi pembersih hati. Hal tersebut merupakan sepenggal isi dalam  pendidikan dan pelatihan cara baca tulis dan menghafal Al-Qur’an dengan metode yanbu’a dengan cepat, mudah dan benar di Ponpes. Kyai galang Sewu. Kegiatan ini dihelat di Masjid Al-Ikhlas dimulai pukul 07.00-selesai. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kefashihan dalam membaca Al-Qur’an, yaitu memperbaiki bacaan yang salah dan menyempurnakan yang kurang dari segi bacaan Al-Qur’an langsung dari dzurriyah Ulama’ Al-Qur’an yang terpercaya kesanadannya yaitu Alm. Simbah K.H. Arwani Amin Allahhuyarham.

Kegiatan yang dihadiri 250 peserta ini memiliki susunan acara yang terbagi menjadi dua bagian meliputi ceremonial yaitu pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, sambutan ketua panitia, sambutan pengasuh Ponpes. Kyai Galang Sewu, pembacaan do’a. susunan acara sesi kedua terdiri dari pembukaan metodologi yanbu’a, metodologi yanbu’a season 1, metodologi yanbu’a season 2, istirahat dan sholat, tanya jawab, barokah do’a kemudian pembagian ijazah lalu penutup.

Pelatihan Diklat yanbu’a sendiri merupakan pelatihan metode cara baca tulis dan menghafal Al-Qur’an yang langsung di pandu oleh Muqri, yaitu beliau KH. Ulil Albab Arwani pimpinan Pondok Pesantren Yanbu’ul Quran Kudus. KH. Ulil Albab Arwani juga penulis Kitab Yanbu’a, Thoriqoh baca, Tulis dan Menghafal Al-Qur’an. Selain itu ada putra beliau yang turut memandu yaitu Gus Ahmad Nashih AH.

“Fadhilah Al-Qur’an sangatlah banyak antara lain yang pertama Al-Qur’an adalah kitab paling utama, Al-Qur’an paling afdhol dan utama dari segala sesuatu kecuali Allah SWT. Barangsiapa mengagungkan Al-Qur’an sama saja mengagungkan Allah. Al-Qur’an adalah petunjuk Allah bagi manusia, dengan Al-Qur’an kita akan bahagia di dunia dan akhirat” Dawuh KH Ulil Albab Arwani saat menyampaikan materi.

Fadhilah yang kedua yaitu Al-Qur’an adalah mukjizat paling agung, ketiga Al-Qur’an menjadikan hidup bahagia. Jika ingin hidup bahagia, dan menginginkan matinya mati syahid maka harus tadarusan Al-Qur’an. Membaca, mamahami, dan mengamalkan isi Al-Qur’an. Semua dan segala sesuatu sudah diterangkan dalam Al-Qur’an. Segala ilmu ada di dalam Al-Qur’an. Keempat Al-Qur’an menjadi pembersih hati, hati bisa berkarat sebagai mana besi, karena manusia banyak dosa dan lupa kepada Allah. Cara menghilangkan hati yang berkarat yaitu dengan membaca Al Quran dan mengingat mati.

KH. Ulil Albab Arwani mengatakan bahwa Sebaik-baik orang yang berjalan dimuka bumi ini adalah orang yang mengajarkan Al-Qur’an, Sayyidina Ali yang dijuluki  babul ‘ilmi masih disuruh belajar Al-Qur’an, 1 huruf di Al-Qur’an setara dengan 10 khasanah, Barangsiapa yang mengkhatamkan Al-Quran setahun sebanyak 2 kali maka telah menyelesaikan tanggungannya terhadap Al-Qur’an.

“Kelebihan Yanbu’a sangatlah banyak meliputi ditulis dengan Rosm usmaniy, semua kalimah terdiri dari lafadz Al-Qur’an, menerangkan semua bacaan Imam Hafsh dari thoriqoh asy syatibi, mengajarkan cara menulis huruf Arab dan pegon, Al-Qur’an rosm usmaniy, yang dilengkapi wakaf ittirori (wakaf ibtida’) dan catatan kaki untuk bacaan ghorib (bacaan yang dianggap asing dan keluar dari hukum bacaan) dan musykilat (bacaan yang danggap sulit dan tidak keluar dari hukum bacaan) ” Terang Gus Ahmad Nashih AH. saat menjelaskan metodologi yanbu’a.

“Semoga Diklat tahun depan bisa lebih baik lagi dan dapat menjangkau lebih banyak kalangan, karena ini merupakan salah satu acara pondok yang didalamnya terdapat tujuan nasyrul ‘ilm, semoga bisa bermanfaat maslahah fiddunya wal akhiroh” Ungkap Mbak Dea selaku ketua panitia.

“Saya sangat senang mengikuti Diklat Yanbu’a kemarin, selain menambah ilmu pengetahuan saya juga berharap ngalap barokah kepada Pak Kyai Ulil Albab Arwani semoga kedepannya acara ini dapat diadakan kembali dengan lebih banyak peserta yang mendaftar dan mengambil ilmu dari acara ini” Kutip Mbak Mita salah satu peserta diklat Yanbu’a.

KH Ulil Albab Arwani berpesan bahwa membaca Al-Qur’an sama dengan WA-nan dengan Allah, jika ingin bercakap-cakap dengan Allah bacalah Al-Qur’an. Kalau kita betul-betul cinta kepada Allah pasti sering WA-nan dengan Allah yaitu melalui membaca Al-Qur’an. Mulai sekarang yang sering sedikit-sedikit WA-nan, sekarang diganti sedikit-sedikit baca Al-Qur’an. Acara ini ditutup dengan do’a yang dipimpin langsung oleh KH Ulil Albab Arwani kemudian pembagian ijazah kepada peserta.

Fotografer : Sie PDD Yanbu’a

Reporter dan Editor : Tim Redaksi

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.