Doa, Qur’an, dan Spirit Perjuangan: Haul Ki Ageng Galang Sewu & Pangeran Diponegoro Berlangsung Khidmat

KGS-News

Semarang – KGS Media

Suasana khidmat menyelimuti rangkaian acara Haul Ki Ageng Galang Sewu dan Pangeran Diponegoro. Tidak terkecuali Sima’atul Qur’an yang digelar di Pondok Pesantren Kyai Galang Sewu selama dua hari, 21–22 Januari 2026 menjadi pemantik semangat para santri dan alumni dalam menghidupkan momentum haul. Pembukaan kegiatan ini dilaksanakan selepas salat Subuh, Rabu (21/1), yang dipimpin oleh K.H. Muhammad Nur Salafuddin, A.H., serta diikuti oleh seluruh santri dan alumni yang turut hadir.

Sejak pagi hingga malam, lantunan ayat suci Al-Qur’an bergema di delapan majelis yang terbagi dalam 5 majelis putri dan 3 majelis putra. Dua Majelis Bin-Nadzri putri dilaksanakan di komplek B dan C, tiga Majelis bil-Hifdzi putri dengan 2 majelis di komplek A dan 1 majelis di komplek Quro’ wal Huffadh, majelis bil-Hifdzi putra dilaksanakan di Maqam dan Masjid Al-Ikhlas, serta Majelis Bin-Nadzri Putra di komplek pondok putra.

Para santri dan alumni secara bergiliran membacakan ayat-ayat suci Al-Qur’an dari juz 1 sampai 30 juz, yang dipersembahkan sebagai doa dan munajat untuk para leluhur, khususnya Simbah Ki Ageng Galang Sewu dan Pangeran Diponegoro. Pengasuh Pondok Pesantren Kyai Galang Sewu, K. H. Muhammad Nur Salafuddin, A.H., menyampaikan bahwa tradisi Khotmil Qur’an dalam haul bukan hanya rutinitas tahunan, tetapi bagian dari upaya merawat spiritualitas santri dan menjaga hubungan batin dengan para pendahulu.

“Al-Qur’an kita jadikan wasilah doa. Melalui khataman ini, kita tidak hanya mengenang Simbah Ki Ageng Galang Sewu, tetapi juga mendoakan beliau serta meneladani nilai semangat perjuangan dan keilmuannya,” ungkapnya.

Beliau juga menekankan dahsyatnya majelis Khotmil Qur’an. Menurutnya, keberkahan khataman dapat meningkatkan ilmu dan keimanan seseorang. Ia mengajak para jamaah untuk senantiasa menghadiri majelis Khotmil Qur’an sebagai bentuk penghormatan terhadap Al-Qur’an.

Kegiatan ini bukan hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi wadah para santri dan alumni untuk meningkatkan kedekatannya dengan Al-Qur’an.

Pengasuh Pondok Pesantren Kyai Galang Sewu, Ibu Nyai Hj. Umi Hidayati, A.H., juga menyampaikan bahwa Al-Qur’an memiliki keutamaan yang luar biasa. Ia mengingatkan para santri agar senantiasa menjaga kedekatan dengan Al-Qur’an, baik di dunia maupun sebagai bekal di akhirat.

“Keutamaan Al-Qur’an itu sangat luar biasa, baik sebagai bekal di alam kubur maupun di hari kiamat. Maka jangan sampai kita melupakan Al-Qur’an, meskipun dalam keadaan sesibuk apa pun,” tuturnya.

Kegiatan ini menjadi momentum silaturahmi antara santri aktif dan para alumni yang kembali pulang ke pesantren. Banyak alumni yang sengaja meluangkan waktu untuk hadir, mengikuti rangkaian acara Sima’atul Qur’an, serta bernostalgia dengan lingkungan pesantren tempat mereka pernah menimba ilmu.

Lantunan ayat suci yang menggema di lingkungan pesantren menghadirkan suasana tenang, seolah mengajak setiap pesertanya larut dalam doa dan kebersaman. Rangkaian Sima’atul Qur’an ditutup dengan prosesi khataman pada sore hari, Kamis (22/1) yang diikuti oleh seluruh santri, alumni, tamu undangan, serta warga sekitar.

Penulis : Siti Halimatun Nisak

Editor : Maryam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *