Semarang, KGS Media
Pondok Pesantren (PP) Kyai Galang Sewu kembali menggelar Ziarah Wali 2026 sebagai agenda rutin dua tahunan yang diikuti oleh santri, alumni, keluarga besar pondok, serta warga sekitar. Kegiatan ini menjadi ikhtiar untuk memperkuat nilai-nilai spiritual sekaligus menapaktilasi jejak perjuangan para ulama dalam menyebarkan syiar Islam di Nusantara.

Sebagai pembuka rangkaian Ziarah Wali 2026, keluarga besar Pondok Pesantren Kyai Galang Sewu melaksanakan ziarah ke makam Ki Ageng Galang Sewu pada Kamis (25/6) sore. Makam yang berada di kawasan Kampus Universitas Diponegoro tersebut menjadi lokasi ziarah rutin mingguan yang diselenggarakan pondok.
Tradisi ini menjadi bentuk penghormatan kepada Kiai Ageng Galang Sewu, seorang ulama yang dikenal menyebarkan Islam di wilayah Tembalang sekaligus salah satu panglima kepercayaan Pangeran Diponegoro dalam perjuangan melawan penjajahan Belanda di kawasan Semarang. Melalui ziarah tersebut, para santri diajak untuk mengenang sekaligus meneladani perjuangan dakwah dan pengabdian beliau kepada agama dan bangsa.


Perjalanan ziarah kemudian dilanjutkan pada Sabtu (27/6) menuju sejumlah makam ulama di Magelang dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Sebelum keberangkatan, seluruh peserta mengikuti pembukaan yang dipimpin langsung oleh Pengasuh PP. Kyai Galang Sewu, K.H. Muhammad Nur Salafuddin, AH., dilanjutkan dengan doa bersama agar perjalanan diberikan kelancaran, keselamatan, dan keberkahan.
Dalam dawuhnya, beliau menyampaikan bahwa tradisi ziarah bukan sekadar mengunjungi makam para ulama, melainkan menjadi sarana memperkuat kecintaan kepada para kekasih Allah SWT sekaligus meneladani perjuangan mereka dalam menegakkan agama.
“Siapa berziarah kepada para auliya’, kepada wali-wali Allah, kepada orang alim, maka ia dihitung berziarah kepada Rasulullah. Barang siapa berziarah kepada Nabi, maka ia akan mendapat syafaat Nabi Muhammad SAW,” dawuh K.H. Nur Salafuddin, AH. sebelum memimpin doa bersama.

Setelah doa bersama, rombongan bergerak menuju bus masing-masing untuk memulai perjalanan menuju Kabupaten Magelang. Kompleks makam para auliya’ di Gunung Pring menjadi tujuan pertama dalam rangkaian Ziarah Wali 2026. Setibanya di lokasi, seluruh peserta khusyuk mengikuti pembacaan tahlil dan doa bersama sebagai bentuk penghormatan sekaligus mengenang perjuangan para ulama dalam menyebarkan ajaran Islam di tanah Jawa.
Perjalanan kemudian berlanjut menuju Yogyakarta dengan mengunjungi makam K.H. Muhammad Munawwir atau Mbah Munawwir, ulama besar pendiri Pondok Pesantren Al-Munawwir, Krapyak, yang dikenal luas atas kiprahnya dalam pengembangan pendidikan Al-Qur’an di Indonesia. Setelah itu, rombongan melanjutkan ziarah ke makam Syekh Maulana Maghribi untuk kembali memanjatkan doa sekaligus mengenang perjuangan dakwah para ulama terdahulu.

Selain mengunjungi makam para wali dan ulama, peserta ziarah juga mengikuti kegiatan tadabbur alam di Pantai Parangtritis. Momen tersebut dimanfaatkan sebagai ruang refleksi untuk mensyukuri kebesaran ciptaan Allah SWT sekaligus menghayati nilai-nilai spiritual yang diperoleh sepanjang perjalanan ziarah.
Kegiatan Ziarah Wali 2026 tidak hanya menjadi perjalanan religi, tetapi juga menjadi media pembelajaran bagi para santri untuk memahami sejarah perkembangan Islam di Nusantara secara lebih dekat. Dengan mengunjungi langsung tempat-tempat bersejarah, para peserta diajak meneladani keteguhan, keikhlasan, dan semangat dakwah para ulama yang menjadi tonggak penyebaran Islam di Pulau Jawa.
Lebih dari itu, agenda dua tahunan ini menjadi momentum mempererat ukhuwah di antara santri, alumni, pengurus, keluarga besar, juga masyarakat sekitar PP. Kyai Galang Sewu. Kebersamaan selama perjalanan, lantunan doa di setiap makam ulama, hingga refleksi di penghujung kegiatan menjadi pengingat bahwa ziarah bukan hanya mengenang jasa para pendahulu, melainkan juga ikhtiar merawat sanad keilmuan, adab, dan kecintaan kepada ulama sebagai pewaris ajaran Rasulullah SAW.

Ketua Panitia Ziarah Wali 2026, Kang Ahmad Nur Arifin, mengatakan kegiatan ini dirancang sebagai bentuk pembelajaran langsung bagi para santri.
“Kami berharap teman-teman santri dapat mengingat kembali nilai-nilai luhur, serta kegigihan dan perjuangan para pendahulu kita dalam menyebarkan syariat Islam di zamannya. Sehingga keberkahannya dapat kita peroleh, dan teladannya dapat kita ikuti,” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan Mbak Laila Silvia Rohmah, salah satu santri peserta ziarah. Ia mengaku kegiatan ini memberikan pengalaman spiritual yang mendalam.
“Melalui ziarah ini saya belajar menghargai perjuangan para ulama. Suasana kebersamaan dan kekhusyukan saat berdoa membuat hati lebih tenang serta menambah semangat menuntut ilmu,” ujarnya.
“Semoga kegiatan ini terus dilaksanakan secara rutin karena bermanfaat menambah wawasan dan memperkuat keimanan. Terima kasih kepada pengasuh, ustadz/ustadzah, dan panitia. Semoga Allah membalas kebaikan semuanya. Aamiin,” pungkasnya.
Dengan terselenggaranya Ziarah Wali 2026, Pondok Pesantren Kyai Galang Sewu berharap tradisi ini terus menjadi wasilah bagi para santri untuk memperdalam kecintaan kepada Allah SWT, Rasulullah SAW, serta para ulama yang telah mengabdikan hidupnya dalam menegakkan syiar Islam, sekaligus menjadi bekal dalam mengamalkan nilai-nilai keislaman di tengah kehidupan bermasyarakat.
Penulis : M. Irham Maolana
Editor : Maryam
