Mudah dan Murah, Mahasiswa KKN UNDIP Ubah Minyak Jelantah Jadi Lilin Aromaterapi

KGS-News

Wonogiri, 1  Agustus 2023- Minyak jelantah merupakan salah satu limbah rumah tangga yang memiliki dampak buruk bagi kesehatan tubuh dan lingkungan. Minyak jelantah yang digunakan berulang kali dapat memicu penyakit kanker, karena di dalamnya mengandung senyawa yang bersifat karsinogenik (penyebab kanker). Pembuangan minyak jelantah secara sembarangan juga dapat mengakibatkan pencemaran lingkungan. Hal tersebut berpotensi menimbulkan penyumbatan saluran air dan pori-pori tanah, sehingga kualitas air menjadi buruk, tekstur tanah mengeras, dan tingkat kesuburan tanah berkurang.

 

Berdasarkan hasil survei, ibu-ibu Kelurahan Mlokomanis Kulon masih kurang sadar akan bahaya pembuangan minyak jelantah secara sembarangan. Untuk mengurangi masalah tersebut, mahasiswa KKN Tim II Undip Tahun 2022/2023 melakukan kegiatan sosialisasi cara pembuatan lilin aromaterapi dari limbah rumah tangga yaitu minyak jelantah dengan proses pemanasan bersama ibu-ibu PKK Kelurahan Mlokomanis Kulon.

[Sosialiasi Pembuatan Lilin Aromaterapi]

Kegiatan sosialisasi dilakukan pada hari Selasa, 1 Agustus 2023 di rumah ibu ketua RW 5 Kelurahan Mlokomanis Kulon, Ngadirojo, Wonogiri. Kegiatan ini dimulai dengan pembagian brosur serta pemaparan bahaya minyak jelantah bagi kesehatan tubuh dan lingkungan. Kemudian, dilanjut dengan demonstrasi cara mengolah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi dengan proses pemanasan. Bahan yang dibutuhkan yaitu minyak jelantah, palm wax, essence oil atau pewangi, dan benang katun (sumbu). Alat yang digunakan yaitu panci, kompor, alat pengaduk, gelas kecil, dan timbangan. Langkah pembuatannya sangat mudah. Pertama, panaskan minyak jelantah dan palm wax dengan api kecil kemudian diaduk sampai larut. Kedua, masukkan pewangi sesuai selera. Setelah itu, aduk sebentar dan matikan kompor. Terakhir, tuangkan pada gelas kemudian tunggu satu hari sampai lilin benar-benar keras.

[Brosur Pembuatan Lilin Aromaterapi]

Dari kegiatan sosialisasi ini, ibu-ibu PKK memberikan respon positif yang ditunjukkan dengan ketertarikan dan antusiasme yang tinggi lantaran berhubungan dengan masalah rumah tangga yang kerap dialami oleh ibu-ibu PKK. Setelah kegiatan sosialisasi selesai, ibu-ibu meminta sisa bahan palm wax untuk mencoba membuat sendiri di rumah. Semoga kegiatan sosialisasi ini dapat bermanfaat dan dapat mengurangi dampak buruk akibat pembuangan minyak jelantah secara sembarangan.

 

Penulis : Dyah Novitasari Mahasiswa KKN sekaligus Santri KGS

Editor : Desi/KGS Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *