Fosilatama, Pesan KH. Yahya Abdul Wahid Al-Mutamakkin Pentingnya Kepercayaan yang Sempurna Kepada Guru

KGS-News

Kyai Galang Sewu,Tembalang-Kepercayaan yang sempurna kepada para guru, dan pemimpin sangatlah penting. Hal ini disampaikan oleh KH. Yahya Abdul Wahid Al-Mutamakkin dalam mauidhoh hasanah saat Fosilatama (24/12), beliau menceritakan ketika Kanjeng Nabi muhammad SAW menyampaikan ceramah kepada para sahabat, sahabat yang mendengar sampai mengucurkan air mata, dan merasa takut, bergemetar. Rasulullah berkata hendaknya para sahabat memiliki sifat tunduk dan patuh kepada pemimpin, bahkan andai kata pemimpin tidak sempurna baik dari segi fisik, finansial, nasab, maupun ketampanan tidak seperti para sahabat. Namun, apabila sudah sepakat dan diangkat oleh Allah jadi pemimpin wajib dipatuhi.

Kegiatan rutinan Pengajian Forum Silaturrahmi Masjid dan Musholla Se-Kecamatan Tembalang dan banyumanik (FOSILATAMA) bertempat di Masjid Al-Ikhlas, dimulai pukul  19.30 dengan dihadiri oleh seluruh santri Ponpes. Kyai Galang Sewu, dan masyarakat di Kecamatan Tembalang dan Banyumanik. Rangkaian acaranya meliputi pembukaan,  sima’atul qur’an, tahlil, pembacaan kitab simtudduror, mengaji kitab sittin mas’alah, dan mauidhoh hasanah.

Beliau KH. Yahya Abdul Wahid Al-Mutamakkin menyampaikan bahwa nasihat Rasulullah seperti bibit yang dihujani air dan tumbuhlah tumbuhan yang hijau royo-royo. Seperti sahabat Umar bin khattab. Khalifah, hasil dari madrosah kanjeng rasul, yang ditakuti oleh bangsa roma dan persia. Pada masa pemerintahan beliau Islam  berkembang pesat sampai ke Persia, Konstantinopel, dan Raja Roma.

“Sahabat lain yang dapat kita tauladani yaitu Abu Bakar Ash-Shiddiq sahabat paling mulia, sahabat yang paling dekat dengan Rasulullah. Sahabat Abu bakar hebat lebih dari para sahabat yang lain. Beliau spesial yang tidak ada tandingannya dari yang lain karena yang ada dihati beliau yaitu kepercayaan totalitas yang sempurna kepada Rasulullah SAW. Didawuhi apapun pasti dilakukan oleh Sahabat Abu bakar, jadikanlah diri kita menjadi orang yang percaya pada ulama’ agar menjadi org-orang yang dekat dengan para ulama,'” Tutur KH. Yahya Abdul Wahid Al-Mutamakkin.

Beliau juga menjelaskan tentang kepercayaan yang sempurna kepada guru, dan ulama’ yaitu seperti ketika didawuhi oleh guru harus langsung segera dilaksanakan tanpa menunda-nunda. Jangan mendahulukan urusan duniawi daripada dawuh guru. Andai kita bisa memandang guru-guru kita seperti para ulama’, dan sahabat maka Allah akan langsung mengangkat derajat kita menjadi makrifatullah.

“Kalau engkau menyebut nama gurumu itu suatu kemuliaan, tapi lebih mulia namamu disebut gurumu. Kalau gurumu ada di hatimu hebat barokah, tapi ada yang lebih hebat ketika namamu ada di hati gurumu, terukir, di tiap malam disebut dalam do’a, cintai ulama’-ulama’ kita, tapi lebih hebat jika mendapat cinta ulama’ kita. Tirulah Sahabat Abu Bakar Ash-siddiq” Dawuh KH. Yahya Abdul Wahid Al-Mutamakkin.

KH. Yahya Abdul Wahid Al-Mutamakkin. menambahkan Rasulullah kalau melakukan apapan selalu istiqomah, sama selalu. Bahkan tiap berkunjung ke rumah sahabat selalu di waktu yang sama, hingga saat suatu ketika Rasulullah berkunjung tidak seperti pada waktu biasanya, tentu ada hal yang penting perlu disampaikan. Alim ulama’ setiap melakukan sesuatu tentunya dilakukan dengan istiqomah, keistiqomahan yang harus ditiru.

Diakhir mauidhoh hasanah KH. Yahya Abdul Wahid Al-Mutamakkin berpesan “ampun lupa membaca bismillah dalam berbagai hal dan tiap mau melakukan apapun. Orang yang membaca doa akan terus dijaga oleh Allah SWT, dan diberi petunjuk juga kecukupan oleh Allah”.

بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ

Selalau dibaca karena merupakan janji Allah yang akan selalu menjaga hamba-hamba nya. Singkat tapi manfaatnya sangatlah besar.

Fotografer : KGS Media

Reporter dan Editor : Tim Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.