Sukses Menggelar Kirab Santri dan Budaya, PP. Kyai Galang Sewu Ungkapkan Rasa Syukur dan Upaya Pelestarian Budaya

KGS-News

Semarang — KGS Media

Jumat sore (23/01), sejumlah santri, warga, dan berbagai elemen masyarakat memadati sepanjang jalan Jurang Blimbing, Tembalang yang turut serta meramaikan kirab santri dan. Budaya yang diadakn oleh Pondok Pesantren Kyai Galang Sewu (PP.KGS). Kirab santri dan budaya ini merupakan bagian dari rangkaian puncak Haul Simbah Ki Ageng Galang Sewu dan Pangeran Diponegoro tahun 2026.

 

Kesuksesan acara ini lahir dari sinergi berbagai pihak. Kirab ini terselenggara berkat dukungan penuh dari Pengasuh PP. Kyai Galang Sewu, kerja keras seluruh panitia dan santri, serta partisipasi aktif elemen masyarakat sekitar. Selain dukungan internal, kegiatan ini juga didukung penuh oleh pihak Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang sebagai bagian dari pelestarian budaya di Kota Semarang.

Meski pihak Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang berhalangan hadir, acara ini tetap dimeriahkan dan dihadiri oleh Anggota DPRD Kota Semarang, Bapak H. Syaiful Bakhri, S.Sos.I. menyampaikan bahwa “Kirab Santri ini adalah bentuk kegiatan kebudayaan yang perlu dilestarikan dan terus dilanjutkan karena mengandung nilai-nilai tradisi dan religius yang sangat kuat.” Dalam sambutannya, beliau memberikan apresiasi tinggi terhadap konsistensi pesantren dalam menjaga warisan leluhur. “Kirab Santri ini adalah bentuk kegiatan kebudayaan yang perlu dilestarikan dan terus dilanjutkan karena mengandung nilai-nilai tradisi dan religius yang sangat kuat,”

“Kirab Santri ini adalah bentuk kegiatan kebudayaan yang perlu dilestarikan dan terus dilanjutkan karena mengandung nilai-nilai tradisi dan religius yang sangat kuat,” ujarnya.

Beliau juga menambahkan bahwa kegiatan ini adalah sebagai upaya para santri untuk menjaga dan menyambung sanad spiritual.

Ini adalah cara kita ngalap berkah dari Mbah Galang Sewu dan Pangeran Diponegoro. Semangat perjuangan mereka harus tetap mengalir dalam jati diri santri,” tegasnya.

Bukan hanya sebagai pelestarian budaya dan warisan leluhur. Kirab budaya ini juga merupakan bentuk rasa syukur atas segala anugerah yang telah didapatkan. Pengasuh Pondok Pesantren Kyai Galang Sewu, Bapak Muhammad Ulin Nuha Aba, M.Si., dalam sambutannya menekankan bahwa kirab ini adalah wujud nyata dari pengabdian dan rasa terima kasih.

Kirab santri dalam rangka haul mbah galang dan Pangeran Diponegoro adalah bentuk syukur kita dalam segala nikmat yang telah didapatkan,” ungkapnya.

Beliau juga mengucapkan terimakasih kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang yang telah memberikan dukungan atas berlangsungnya acara ini. “Dan tentunya kami mengucapkan terimakasih kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang yang telah memberikan support untuk acara ini. Harapannya acara ini bisa terus berkembang nantinya” ucapnya.

Sepanjang rute perjalanan, warga disuguhi berbagai macam penampilan menarik yang memadukan gaya tradisional dan modern. Diawali dengan Mobil Pick-up KGS yang gagah dengan spanduk di bagian depan, diikuti oleh pembawa Spanduk Utama serta Logo KGS dan Haul 2026, disusul oleh pasukan Paskibra yang memunculkan nilai kedisiplinan.

 

Iring-iringan semakin sakral dengan hadirnya Maskot Simbah Kyai Galang Sewu dan Pangeran Diponegoro yang diiringi dengan Manggar dan dua buah Gunungan besar yang menjadi simbol keberkahan. Bukan hanya itu, kirab ini juga dimeriahkan oleh Drumband Anti Galau, lembaga dakwah seperti PMII, Insani, KMNU, TPQ, serta berbagai ekstrakulikuler di Pondok Pesantren Kyai Galang Sewu. Barisan ini diakhiri dengan beberapa maskot utama dari berbagai komplek.

 

Menutup acara kirab 2026 ini, pihak panitia juga menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada Pemerintah Kota Semarang atas segala bentuk dukungan, pendanaan, serta kehadiran perwakilannya. Panitia juga mengapresiasi seluruh peserta dan masyarakat yang telah ikut serta memeriahkan suasana.

Kami dari panitia mengucapkan terima kasih yang sebanyak-banyaknya kepada pemerintah Kota Semarang yang sudah mensupport, dan semua peserta kirab yang telah hadir, memeriahkan acara kirab santri ini. Kami juga memohon maaf bila ada kendala, salah, dan hal-hal yang kurang berkenan. Semoga tahun depan kirab santri bisa lebih bagus dan meriah” ungkap Kang Salik sebagai salah satu koor lapangan kirab tahun 2026.

Dengan semangat optimisme, Pondok Pesantren Kyai Galang Sewu berharap agar Kirab Santri di tahun-tahun mendatang dapat terlaksana lebih baik dan lebih meriah.

 

Penulis: Siti Halimatun Nisak

Editor : Maryam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *