Kyaigalangsewu.net, Pati- Mahasiswa KKN Tim 2 Universitas Diponegoro lakukan program kerja monodisiplin bersama masyarakat Desa Desa Purwokerto, Tayu, Pati dengan memberikan edukasi dan pendampingan pengolahan sampah menjadi produk tepat guna, pada Senin 29 Juli 2023.
Kurang pedulinya masyarakat terhadap sampah telah menjadi isu umum seiring bertambahnya populasi dan konsumsi yang berdampak pada peningkatan produksi sampah di Desa Purwokerto, Tayu, Pati. Selain itu, infrastruktur pengelolaan sampah di Desa Purwokerto belum memadai, seperti tidak terkelolanya pembuangan akhir dengan baik, sehingga dapat menyebabkan polusi udara dan dampak yang signifikan pada Kesehatan. Berangkat dari permasalah tersebut, Mahasiswa KKN Tim 2 Undip Desa Purwokerto mengajak masyarakat setempat untuk mendayagunakan limbah yang dapat didaur ulang menjadi produk yang bernilai, seperti pembuatan paving block dari sampah.
Avita, salah satu peserta KKN Tim 2 Undip Desa Purwokerto mengungkapkan bahwa jenis sampah didominasi sampah plastik sekali pakai seperti kemasan, botol, kantong, dan produk plastik lainnya yang menjadi penyumbang utama terhadap peningkatan volume sampah. dia beersama Tim 2 KKN Undip yang lain mengajak masyarakat untuk mendaur ulang sampah plastik, di mana daur ulang adalah pendekatan utama dalam mengatasi masalah limbah plastik. Salah satu contohnya adalah penggunaan sampah plastik untuk membuat paving block, yang berperan dalam mengurangi jumlah limbah plastik.
“Material konvensional seperti beton dan aspal memiliki dampak lingkungan yang signifikan selama produksi dan penggunaannya. Memanfaatkan sampah plastik sebagai bahan baku untuk paving block dapat mengurangi ketergantungan terhadap material konvensional dan mengurangi dampak lingkungan yang terkait,” ungkap Avita.

[Proses Pembuatan Paving Block]
Pembuatan paving block dari sampah plastik dilaksanakan di area halaman rumah warga yang diikuti oleh perangkat desa, karang taruna dan masyarakat sekitar. Mereka diberikan kesempatan untuk ikut serta dalam pembuatan paving block, hal ini dilakukan agar masyarakat merasakan langsung kontribusi mereka dalam upaya mengurangi dampak sampah plastik.
Proses pembuatan paving block dari sampah plastik melalui beberapa tahapan. Pertama, mengumpulkan sampah plastik rumah tangga. Kedua, melakukan pemilahan sampah, dengan hanya jenis plastik LDPE (Low Density Polyethylene) yang digunakan untuk pembuatan paving block. Tahap ketiga yaitu pemanasan atau peleburan sampah plastik melalui pembakaran. Hasil lelehan plastik dicampur dengan pasir, dengan komposisi 30% plastik dan 70% pasir abu batu. Setelah campuran plastik dan pasir merata, dilakukan pencetakan menggunakan cetakan sederhana. Untuk mempercepat pendinginan, paving block direndam dalam baskom berisi air.
Tidak hanya menjadi ajang edukasi, kegiatan ini juga mencerminkan semangat kolaboratif dan komunitas dalam menghadapi tantangan lingkungan. Masyarakat yang berkumpul dengan semangat antusias mengilhami upaya kolektif yang lebih besar dalam mengatasi permasalahan sampah plastik. Kesempatan ini juga menjadi momen membangun kesadaran lebih dalam mengenai urgensi mengelola sampah plastik dengan bijak dan kreatif.
Pemanfaatan sampah plastik menjadi paving block diharapkan menjadi langkah inovatif dalam menangani masalah limbah plastik sekaligus menciptakan solusi ramah lingkungan dengan potensi dampak positif pada lingkungan dan masyarakat. Keunggulan lainnya dari paving block plastik adalah beban yang lebih ringan dan memiliki nilai ekonomis.
Author: Avita Khilyatu Khafni (Mahasiswa KKN sekaligus Santri KGS)
Editor: Atia/KGS Red
