SEORANG SANTRI

Puisi

Karya : Erik Prasetiya Aji

menembus malam dengan nyala mata-mata terang

dzikir dan sholawat menggema

menidurkan segala syahwat yang terbangun

meluapkan rasa kecewa akan cinta dunia.

 

kami berlindung dibalik peci sang kyai

berkalung hangat sutera rajutan bu nyai

perasaan rindu adalah teman sehari-hari

namun kecintaan kepada ilmu adalah

jalan bagi kami mendapat ridho ilahi.

 

dengan bekal seadanya, kami menapakai

jalan setapak yang sulit dilalui, untuk

mencapai derajat iman paling tinggi. darisana kami juga bisa melihat lautan kasih sayang,  dan cinta dari guru kami yang seutuhnya.

 

bagai embun pagi yang selalu turun

meski sang pagi tak pernah meminta

tulus membasuh, hingga jika kami berburuk sangka akan mereka

noda hitam dalam diri ini akan lenyap

karena besarnya hati mereka untuk selalu memaafkan laku diri kami.

 

ibadah yang kami lakukan hanyalah sebatas

tumbuhan layu, tetapi berkat ilmu dari para guru

kami menjadi subur, hijau, dan berbuah

tak ingin menjadi apa-apa

kami hanya bangga menjadi seorang santri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *