Semarang, KGS Media
Pondok Pesantren Kyai Galang Sewu menggelar ujian tahsin Al-Qur`an bagi santri calon khotimin dan khotimat yang akan mengikuti prosesi Khotmil Qur’an bin-nadzri pada 23 Januari mendatang. Ujian ini dilaksanakan pada tanggal 06 dan 08 Januari 2026 dan bersifat wajib bagi calon khotimin dan khotimat sebagai langkah penting utuk memastikan bacaan Al-Qur’an mereka lancar dan sesuai dengan kaidah tajwid.
Sebanyak 62 santri telah berhasil mengikuti ujian dengan lancar, terdiri dari 12 santri putra dan 40 santri putri. Materi yang diujikan meliputi hafalan Juz 30, tajwid, makharijul huruf, bacaan gharib dan musykilat, serta praktik membaca surat Al-Fatihah sesuai kaidah.

Pak Isman, salah satu penguji, menekankan pentingnya aspek reflektif dari ujian ini. Menurutnya, ujian tahsin mengajak santri melakukan refleksi dan kilas balik atas capaian selama proses setoran Al-Qur’an di hadapan guru secara musyafahah.
“Terutama berkaitan dengan bacaan-bacaan gharīb—bacaan yang tidak lazim dan tidak dibaca sebagaimana kebiasaan umum—serta bacaan yang harus disesuaikan dengan kaidah-kaidah tajwid yang berlaku. Sebagaimana kita ketahui, ragam bacaan Al-Qur’an tidaklah tunggal, melainkan memiliki tujuh qirā’ah yang masyhur, yang hanya dapat dipelajari dan dipastikan kebenarannya melalui sanad guru yang bersambung. Melalui ujian tahsin inilah santri dapat memastikan bahwa bacaan Al-Qur’an mereka benar-benar sesuai dengan bacaan guru yang memiliki sanad,” tegasnya.
Beliau juga menambahkan bahwa santri dituntut mengikuti ujian hafalan surat-surat pendek dari Ad-Duḥā hingga An-Nās sebagai salah satu bekal saat kelak mengabdi di masyarakat.

Ujian berlangsung dengan suasana yang serius namun penuh semangat. Kang Mumtaz, santri asal Lamongan yang merupakan salah satu peserta ujian tahsin mengungkapkan kegugupannya selama ujian berlangsung.
“Sebelum ujian, saya deg-degan, merasa belum siap dengan materi yang saya pelajari. Dan ketika maju, benar saja. Karena saya grogi, jadinya bacaan surah Al-Bayyinah saya sedikit berbelit di ayat empat dan lima. Perasaan saya semakin campur aduk. Namun, segera saya tersadar kalau ini akibat saya tidak fokus,” ujar Kang Mumtaz mengutarakan perasaannya.
Ia pun menuturkan bahwa kita harus fokus dan tetap tenang di segala kondisi karena kecemasan dapat membuyarkan pikiran.
“Lantas, saya menarik napas dalam-dalam dan menghembuskannya sehingga fokus saya kembali terkumpul, Akhirnya, alhamdulillah saya bisa melanjutkan kembali surah Al-Bayyinah dan seterusnya dengan lancar dan lanyah,” Tambahnya.

Mbak Lita (Jepara), calon khotimat, turut membagikan momen persiapannya dalam menghadapi ujian tahsin ini.
“Persiapan saya buat ujian tahsin itu lumayan panjang, karena saya harus mengulang kembali semua materi tajwid mulai dari hukum nun, hukum mim, dan mad beserta turunannya sampai latihan makhorijul dan shifatul huruf dari Alif hingga Ya’ yang kira-kira menghabiskan waktu 2 hari untuk saya belajar. Mungkin belajar saya sudah optimal tapi untuk hasil ujiannya saya belum percaya diri dan semoga memuaskan dan sepadan dengan jerih payah saya.” Jelasnya.
Prosesi Khotmil Qur’an 2026 sendiri akan digelar pada Jumat, 23 Januari 2026, sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan para santri dalam mempelajari Al-Qur’an. Dengan ujian tahsin ini, diharapkan para santri calon khotimin dan khotimat mampu menyempurnakan bacaan Al-Qur’an sesuai kaidah yang berlaku, serta lebih siap ketika ditugaskan menyimak bacaan temannya.
Penulis : Maryam
