{"id":88,"date":"2018-10-31T01:57:18","date_gmt":"2018-10-30T18:57:18","guid":{"rendered":"http:\/\/kyaigalangsewu.net\/?p=88"},"modified":"2019-04-28T13:40:52","modified_gmt":"2019-04-28T06:40:52","slug":"biografi-habib-umar-bin-hafidz","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kyaigalangsewu.net\/index.php\/2018\/10\/31\/biografi-habib-umar-bin-hafidz\/","title":{"rendered":"Biografi Habib Umar bin Hafidz"},"content":{"rendered":"<div class=\"s-info\"><\/div>\n<div class=\"bx-wrapper\">\n<div class=\"bx-viewport\">\n<div id=\"konten_detil\">\n<div class=\"bx-clone\">\n<div class=\"s-foto\"><img decoding=\"async\" class=\"visible animated aligncenter\" src=\"http:\/\/www.nu.or.id\/o-client\/nu_or_id\/pictures\/post\/big\/15399411665bc9a32e8ed64.JPG\" alt=\"Mengenal Sosok Habib Umar bin Hafidz\"><\/div>\n<div class=\"s-post\">\n<div style=\"text-align: justify;\">Perawakannya tak terlalu tinggi, sedang-sedang saja. Wajahnya yang dihiasi jambang yang rapih berwarna kemerahan dan hidung mancung dengan mata bulat tampak begitu meneduhkan. Dari itu semua, keindahan yang paling jelas terlihat adalah senyumnya yang selalu mengembang di wajahnya. Itulah perawakan Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Pekan lalu, dalam pidatonya di Jakarta di hadapan tokoh lintas agama, Habib Umar menyampaikan pandangan tentang pentingnya menjaga hubungan baik antar umat beragama. Pandangannya terasa begitu kokoh karena selalu ditopang oleh sederet ayat Al-Qur\u2019an, Al-Hadist atau pendapat ulama terdahulu.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Di depan pendeta, romo, bikkhu dan tokoh agama lain, Habib Umar berhasil menemukan&nbsp;common ground&nbsp;di mana semua agama memiliki kesamaan pandangan, misalnya tentang pernghormatan pada kemanusiaan, larangan mengambil hak tetangga dan pentingnya menjaga kebaikan di antara umat beragama. Kesamaan ini yang diangkat dan di-highlight&nbsp;berkali-kali dengan landasan ayat Al-Qur\u2019an dan Al-Hadist.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Habib Umar yang menyadari bahwa dalam perbedaan masyarakat kerap terjadi perbedaan pendapat dan \u2018gesekan\u2019 di antara merekameminta maaf jika itu terjadi di Indonesia. Kelompok umat Islam yang melakukan tindakan anarkis sehingga menyebabkan umat lain terganggu disebutnya sebagai umat yang belum paham tentang ajaran Islam. Kalaupun mereka adalah orang yang paham akan ajaran Islam, maka mereka adalah orang yang belum menjalankan ajaran Islam dengan baik.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cKami meminta maaf apabila sampai ada orang nonmuslim yang pernah mendapatkan gangguan dari oknum beragama Islam. Seandainya ada umat agama lain yang terganggu oleh oknum agama Islam, saya katakan bahwa mereka adalah orang yang tidak paham ajaran Islam, atau mereka tak menjalankan ajaran agama Islam dengan baik,\u201d kata Habib Umar.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Sosok yang bijaksana dan penuh perhatian<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Selain berpemikiran luas, Habib Umar bin Hafidz merupakan sosok yang bijaksana. Habib Hamid Al-Qodri salah seorang murid Habib Umar yang berasal dari Indonesia mengatakan bahwa kebijaksanaan Habib Umar terlihat dari kebiasaannya yang tidak pernah menggeneralisir sebuah kesalahan dan menisbatkannya pada sebuah kelompok tertentu.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cBeliau (Habib Umar) tidak akan menyebut sebuah kesalahan sebagai kesalahan sebuah kelompok. Sebab bisa jadi kesalahan itu tidak dilakukan oleh semuanya,\u201d kata Habib Hamid Al-Qodri kepada NU Online.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Dalam pandangan Habib Umar, katanya, akan selalu ada anggota kelompok yang berperilaku tidak sesuai dengan ajaran baik di dalam kelompoknya. Maka dari itu, penyamarataan atau melakukan generalisasi sama dengan menyebut bahwa semua orang di dalam kelompok melakukan hal buruk itu yang hanya dilakukan satu atau dua orang itu. Jika sikap itu diambil, maka akan menghalangi silaturrahmi antara kelompok.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Selain itu, Habib Umar merupakan sosok yang memiliki perhatian yang tinggi pada muridnya-muridnya. Habib Hamid Al-Qodri mengisahkan, pada sebuah malam di musim dingin di mana suhu di Pondok Darul Mustofa, Tarim, Hadramaut, Yaman mencapai 4 derajat celcius, beberapa murid asal Indonesia kedinginan. Mereka adalah murid yang baru beberapa saat tiba di Yaman dan baru pertama kali merasakan musim dingin.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Pada waktu itu, terdapat empat murid asal Indonesia yang tak kebagian selimut tebal. Akhirnya Habib Umar mendatanginya sambil membawa dua lembar selimut. Lalu Habib Umar bertanya, \u2018apakah selimutnya masih kurang?\u2019. Para muridnya menjawab, \u2018Iya masih kurang, Habib\u2019.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Selang beberapa waktu Habib Umar datang dengan selembar selimut di tangannya. Setelah menyerahkan, Habib Umar bertanya lagi, \u2018apakah masih kurang?\u2019. Lalu muridnya menjawab \u2018Iya, kurang satu lagi Habib\u2019. Tak lama, Habib Umar datang lagi membawa dan menyerahkan selembar selimut lainnya yang agak bau \u2018pesing\u2019. Walhasil murid yang menerima selimut terakhir ini sedikit menggerutu.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Keesokan harinya ia mengeluh pada temannya yang lebih senior tentang selimut yang diterimanya. Rekannya lalu berkata, \u201cSesungguhnya dua selimut yang diberikan pertama kali oleh Habib Umar adalah milik Habib Umar sendiri dan istrinya. Sedangkan dua yang terakhir adalah milik anak-anaknya yang masih kecil,\u201d kata rekannya seperti ditirukan Habib Hamid Al-Qodri.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cJadi Habib Umar sampai rela dia dan keluarganya serta anak-anaknya tidur kedingingan karena rasa perhatian yang tinggi pada muridnya yang datang dari jauh,\u201d ujarnya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Habib Umar bin Hafidz dan perjalanan hidupnya<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Al-Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz dilahirkan di Tarim pada Senin, 4 Muharram 1383 H atau 27 Mei 1963 M. Sejak belia, beliau telah mempelajari sejumlah ilmu agama seperti Al-Hadist, Fiqih, Tauhid dan Ushul Fiqih dari lingkungan keluarganya sendiri, terutama dari ayahnya, Muhammad bin Salim yang merupakan seorang Mufti di Tarim.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Selain dari Ayahnya, pada masa itu ia juga belajar dari tokoh-tokoh lainnya seperti Al-Habib Muhammad bin Alawi bin Shihab al-Din, Al-Habib Ahmad bin Ali Ibn al-Shaykh Abu Bakr, Al-Habib Abdullah bin Shaykh Al-Aidarus, Al-Habib Abdullah bin Hasan Bil-Faqih, Al-Habib Umar bin Alawi al-Kaf, al-Habib Ahmad bin Hasan al-Haddad, dan ulama lain di Tarim.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Habib Umar sendiri mulai mengajar dan berdakwah sejak dia berusia 15 tahun sambil melanjutkan belajar pada para ulama kala itu.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Di saat situasi sosial-politik di Tarim sedang kacau atas penguasaan Rezim Komunis pada tahun 1981, Habib Umar pindah ke Kota Al-Bayda di sebelah utara Yaman. Di sana Habib Umar kembali mempelajari ilmu agama kepada al-Habib Muhammad bin Abdullah al-Haddar, Al-Habib Zain bin Ibrahim Bin Sumayt dan Al-Habib Ibrahim bin Umar bin Aqil. Sambil belajar, ia juga mengajar dan membuat forum kajian baik di kota Al-Bayda, di Al-Hudaydah dan juga di Kota Ta`izz.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Pada tahun 1992, Habib Umar pidah dari Al-Bayda ke kota Al-Shihr, Ibu Kota Provinsi Hadramaut untuk mengajar di sana setelah Rezim Komunis yang menguasai kota itu takluk. Setelah beberapa tahun tinggal di sana, Habib Umar kembali ke kota asalnya, Tarim pada tahun 1994. Pada tahun itu juga, Habib Umar mulai merintis berdirinya pondok pesantren Darul Mustofa dan mulai menerima murid dari berbagai tempat. Walau demmikian, pembukaan resmi Darul Mustofa baru diresmikan pada tahun 1997. Dan sejak saat itu, murid-murid berdatangan dari berbagai negara berdatangan untuk belajar di Darul Mustofa.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Kiprah dakwahnya tak hanya melalui mendirikan pesantren. Habib Umar juga menginisiasi sejumlah forum kajian keagamaan di kota Tarim. Salah satu forum yang rutin dia hadiri adalah pertemuan mingguan dengan warga Tarim yang digelar di pusat kota Tarim dan selalu dihadiri oleh ratusan penduduk kota setempat. Selain pertemuan formal, ia juga melakukan silaturrahmi ke berbagai tempat di Yaman untuk mengunjungu kampus-kampus dan sejumlah organisasi.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Saat ini, Habib Umar telah melakukan dakwahnya secara global. Sejumlah negara yang kerap dia hadiri adalah Syiria, Lebanon, Jordania, Mesir, Aljazair, Sudan, Mali, Kenya, Tanzania, Afrika Selatan, India, Pakistan, Sri lanka, Malaysia, Singapura, Australia dan sejumlah negara Eropa lainnya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Habib Umar, Indonesia dan NU<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Di Indonesia sendiri, Habib Umar telah melakukan dakwah rutin sejak tahun 1994. Awal kedatangan Habib Umar ke Indonesia adalah pada tahun 1994 saat diutus oleh Al-Habib Abdul Qadir bin Ahmad Assegaf yang berada di Jeddah untuk mengingatkan dan menggugah ghirah (semangat atau rasa kepedulian) para Alawiyyin Indonesia. Perintah itu disebabkan sebelumnya ada keluhan dari Habib Anis bin Alwi al-Habsyi seorang ulama dan tokoh asal Kota Solo, Jawa Tengah tentang keadaan para Alawiyyin di Indonesia yang mulai jauh dan lupa akan nilai-nilai ajaran para leluhurnya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Intensitas kedatangan yang semakin sering ke Indonesia membuat Habib Umar menginisiasi lahirnya organisasi bernama Majelis Al-Muwasholah Bayna Ulama Al Muslimin atau Forum Silaturrahmi Antar Ulama. Sejak itu, Habib Umar menjadi semakin sering datang ke Indonesia untuk menyampaikan dakwah dan ajarannya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Pekan lalu, Habib Umar mengunjungi Indonesia selama 10 hari. Selama itu Habib Umar bin Hafiz mengunjungi sejumlah tempat mulai di Jakarta, Bandung, Cirebon, hingga Kalimantan. Setiap bulannya, secara rutin, Habib Umar juga megajar di sejumlah pondok pesantren Nahdlatul Ulama melalui siaran teleconference.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Habib Umar sendiri menempati tempat yang khusus di hati Nahdlatu Ulama. Penghormatan pada keturunan Nabi Muhammad Saw telah ditanamkan jauh-jauh hari di dalam lingkungan pesantren. Di dalam struktur pengurus NU, selalu ada sosok habaib yang duduk di dalam kepengurusan NU baik di tingkat cabang hingga di tingkat pusat.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Kedekatan NU dengan para habaib diakui kalangan habib sendiri, misalnya oleh Habib Syarief Muhammad Al-Aydarus Bandung yang tercatat pada pengantar buku \u2018Panggilan Selamat\u2019 yang menyatakan bahwa NU memiliki watak yang sangat menghormati dzuriyah (keturunan) Rasulullah atau para habib.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Habib Umar sendiri juga sangat menghormati para ulama di Indonesia. Dalam pengajian rutinnya, Habib Umar mengkaji kitab Adabul &#8216;Alim wal Muta&#8217;allim karya pendiri NU, Hadratussyekh KH Hasyim Asy\u2019ari. Penghormatan Habib Umar pada ulama diakui oleh penguru PBNU.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cPenghormatan beliau (habib Umar) terhadap ulama Indonesia dibuktikan dengan komitmen beliau secara terus-menerus untuk mengkaji kitab karya Hadratusyeikh KH Hasyim Asy\u2019ari setiap bulan,\u201d ungkap Wakil Sekretaris Jenderal PBNU Hery Haryanto Azumi, beberapa waktu lalu.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Hal itu adalah suatu bukti nyata bahwa Indonesia menempati posisi yang sangat spesial di hati Habib Umar bin Hafidz. Lebih dari itu, kata Hery, Habib Umar meyakini bahwa kebangkitan Islam di masa depan akan datang dari Indonesia.&nbsp;(Ahmad Rozali)<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div>\n<div class=\"s-post\">\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">(Sumber: <a href=\"http:\/\/www.nu.or.id\/post\/read\/97528\/mengenal-sosok-habib-umar-bin-hafidz\">NU Online, www.alhabibomar.com<\/a>)<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Perawakannya tak terlalu tinggi, sedang-sedang saja. Wajahnya yang dihiasi jambang yang rapih berwarna kemerahan dan hidung mancung dengan mata bulat tampak begitu meneduhkan. Dari itu semua, keindahan yang paling jelas terlihat adalah senyumnya yang selalu mengembang di wajahnya. Itulah perawakan Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz. Pekan lalu, dalam pidatonya di Jakarta di [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"class_list":["post-88","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-biografi"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.6 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Biografi Habib Umar bin Hafidz - Pondok Pesantren Kyai Galang Sewu<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/kyaigalangsewu.net\/index.php\/2018\/10\/31\/biografi-habib-umar-bin-hafidz\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Biografi Habib Umar bin Hafidz - Pondok Pesantren Kyai Galang Sewu\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Perawakannya tak terlalu tinggi, sedang-sedang saja. Wajahnya yang dihiasi jambang yang rapih berwarna kemerahan dan hidung mancung dengan mata bulat tampak begitu meneduhkan. Dari itu semua, keindahan yang paling jelas terlihat adalah senyumnya yang selalu mengembang di wajahnya. Itulah perawakan Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz. Pekan lalu, dalam pidatonya di Jakarta di [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/kyaigalangsewu.net\/index.php\/2018\/10\/31\/biografi-habib-umar-bin-hafidz\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Pondok Pesantren Kyai Galang Sewu\" \/>\n<meta property=\"article:author\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/ponpeskyaigalangsewu\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2018-10-30T18:57:18+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2019-04-28T06:40:52+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"http:\/\/www.nu.or.id\/o-client\/nu_or_id\/pictures\/post\/big\/15399411665bc9a32e8ed64.JPG\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kyaigalangsewu.net\\\/index.php\\\/2018\\\/10\\\/31\\\/biografi-habib-umar-bin-hafidz\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kyaigalangsewu.net\\\/index.php\\\/2018\\\/10\\\/31\\\/biografi-habib-umar-bin-hafidz\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Admin\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kyaigalangsewu.net\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/a4ab8db7e9b1d29e2362959ced6e02e1\"},\"headline\":\"Biografi Habib Umar bin Hafidz\",\"datePublished\":\"2018-10-30T18:57:18+00:00\",\"dateModified\":\"2019-04-28T06:40:52+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kyaigalangsewu.net\\\/index.php\\\/2018\\\/10\\\/31\\\/biografi-habib-umar-bin-hafidz\\\/\"},\"wordCount\":1382,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kyaigalangsewu.net\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kyaigalangsewu.net\\\/index.php\\\/2018\\\/10\\\/31\\\/biografi-habib-umar-bin-hafidz\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"http:\\\/\\\/www.nu.or.id\\\/o-client\\\/nu_or_id\\\/pictures\\\/post\\\/big\\\/15399411665bc9a32e8ed64.JPG\",\"articleSection\":[\"Biografi\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/kyaigalangsewu.net\\\/index.php\\\/2018\\\/10\\\/31\\\/biografi-habib-umar-bin-hafidz\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kyaigalangsewu.net\\\/index.php\\\/2018\\\/10\\\/31\\\/biografi-habib-umar-bin-hafidz\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kyaigalangsewu.net\\\/index.php\\\/2018\\\/10\\\/31\\\/biografi-habib-umar-bin-hafidz\\\/\",\"name\":\"Biografi Habib Umar bin Hafidz - Pondok Pesantren Kyai Galang Sewu\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kyaigalangsewu.net\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kyaigalangsewu.net\\\/index.php\\\/2018\\\/10\\\/31\\\/biografi-habib-umar-bin-hafidz\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kyaigalangsewu.net\\\/index.php\\\/2018\\\/10\\\/31\\\/biografi-habib-umar-bin-hafidz\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"http:\\\/\\\/www.nu.or.id\\\/o-client\\\/nu_or_id\\\/pictures\\\/post\\\/big\\\/15399411665bc9a32e8ed64.JPG\",\"datePublished\":\"2018-10-30T18:57:18+00:00\",\"dateModified\":\"2019-04-28T06:40:52+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kyaigalangsewu.net\\\/index.php\\\/2018\\\/10\\\/31\\\/biografi-habib-umar-bin-hafidz\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/kyaigalangsewu.net\\\/index.php\\\/2018\\\/10\\\/31\\\/biografi-habib-umar-bin-hafidz\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kyaigalangsewu.net\\\/index.php\\\/2018\\\/10\\\/31\\\/biografi-habib-umar-bin-hafidz\\\/#primaryimage\",\"url\":\"http:\\\/\\\/www.nu.or.id\\\/o-client\\\/nu_or_id\\\/pictures\\\/post\\\/big\\\/15399411665bc9a32e8ed64.JPG\",\"contentUrl\":\"http:\\\/\\\/www.nu.or.id\\\/o-client\\\/nu_or_id\\\/pictures\\\/post\\\/big\\\/15399411665bc9a32e8ed64.JPG\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kyaigalangsewu.net\\\/index.php\\\/2018\\\/10\\\/31\\\/biografi-habib-umar-bin-hafidz\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/kyaigalangsewu.net\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Biografi Habib Umar bin Hafidz\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kyaigalangsewu.net\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kyaigalangsewu.net\\\/\",\"name\":\"Pondok Pesantren Kyai Galang Sewu\",\"description\":\"ala Ahlussunnah Wal Jamaah An-Nahdliyyah\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kyaigalangsewu.net\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/kyaigalangsewu.net\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kyaigalangsewu.net\\\/#organization\",\"name\":\"Pondok Pesantren Kyai Galang Sewu\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kyaigalangsewu.net\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kyaigalangsewu.net\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kyaigalangsewu.net\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/12\\\/cropped-kop-pondok-2.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/kyaigalangsewu.net\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/12\\\/cropped-kop-pondok-2.png\",\"width\":461,\"height\":105,\"caption\":\"Pondok Pesantren Kyai Galang Sewu\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kyaigalangsewu.net\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kyaigalangsewu.net\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/a4ab8db7e9b1d29e2362959ced6e02e1\",\"name\":\"Admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/165f1168055aed51ec59c8eff7983f3730a66b217300f02fe8a81a4c05381957?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/165f1168055aed51ec59c8eff7983f3730a66b217300f02fe8a81a4c05381957?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/165f1168055aed51ec59c8eff7983f3730a66b217300f02fe8a81a4c05381957?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Admin\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/ponpeskyaigalangsewu\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/kyaigalangsewu.net\\\/index.php\\\/author\\\/admin\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Biografi Habib Umar bin Hafidz - Pondok Pesantren Kyai Galang Sewu","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/kyaigalangsewu.net\/index.php\/2018\/10\/31\/biografi-habib-umar-bin-hafidz\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Biografi Habib Umar bin Hafidz - Pondok Pesantren Kyai Galang Sewu","og_description":"Perawakannya tak terlalu tinggi, sedang-sedang saja. Wajahnya yang dihiasi jambang yang rapih berwarna kemerahan dan hidung mancung dengan mata bulat tampak begitu meneduhkan. Dari itu semua, keindahan yang paling jelas terlihat adalah senyumnya yang selalu mengembang di wajahnya. Itulah perawakan Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz. Pekan lalu, dalam pidatonya di Jakarta di [&hellip;]","og_url":"https:\/\/kyaigalangsewu.net\/index.php\/2018\/10\/31\/biografi-habib-umar-bin-hafidz\/","og_site_name":"Pondok Pesantren Kyai Galang Sewu","article_author":"https:\/\/www.facebook.com\/ponpeskyaigalangsewu","article_published_time":"2018-10-30T18:57:18+00:00","article_modified_time":"2019-04-28T06:40:52+00:00","og_image":[{"url":"http:\/\/www.nu.or.id\/o-client\/nu_or_id\/pictures\/post\/big\/15399411665bc9a32e8ed64.JPG","type":"","width":"","height":""}],"author":"Admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Admin","Estimasi waktu membaca":"7 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/kyaigalangsewu.net\/index.php\/2018\/10\/31\/biografi-habib-umar-bin-hafidz\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kyaigalangsewu.net\/index.php\/2018\/10\/31\/biografi-habib-umar-bin-hafidz\/"},"author":{"name":"Admin","@id":"https:\/\/kyaigalangsewu.net\/#\/schema\/person\/a4ab8db7e9b1d29e2362959ced6e02e1"},"headline":"Biografi Habib Umar bin Hafidz","datePublished":"2018-10-30T18:57:18+00:00","dateModified":"2019-04-28T06:40:52+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/kyaigalangsewu.net\/index.php\/2018\/10\/31\/biografi-habib-umar-bin-hafidz\/"},"wordCount":1382,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/kyaigalangsewu.net\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/kyaigalangsewu.net\/index.php\/2018\/10\/31\/biografi-habib-umar-bin-hafidz\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"http:\/\/www.nu.or.id\/o-client\/nu_or_id\/pictures\/post\/big\/15399411665bc9a32e8ed64.JPG","articleSection":["Biografi"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/kyaigalangsewu.net\/index.php\/2018\/10\/31\/biografi-habib-umar-bin-hafidz\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/kyaigalangsewu.net\/index.php\/2018\/10\/31\/biografi-habib-umar-bin-hafidz\/","url":"https:\/\/kyaigalangsewu.net\/index.php\/2018\/10\/31\/biografi-habib-umar-bin-hafidz\/","name":"Biografi Habib Umar bin Hafidz - Pondok Pesantren Kyai Galang Sewu","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kyaigalangsewu.net\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/kyaigalangsewu.net\/index.php\/2018\/10\/31\/biografi-habib-umar-bin-hafidz\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/kyaigalangsewu.net\/index.php\/2018\/10\/31\/biografi-habib-umar-bin-hafidz\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"http:\/\/www.nu.or.id\/o-client\/nu_or_id\/pictures\/post\/big\/15399411665bc9a32e8ed64.JPG","datePublished":"2018-10-30T18:57:18+00:00","dateModified":"2019-04-28T06:40:52+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/kyaigalangsewu.net\/index.php\/2018\/10\/31\/biografi-habib-umar-bin-hafidz\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/kyaigalangsewu.net\/index.php\/2018\/10\/31\/biografi-habib-umar-bin-hafidz\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kyaigalangsewu.net\/index.php\/2018\/10\/31\/biografi-habib-umar-bin-hafidz\/#primaryimage","url":"http:\/\/www.nu.or.id\/o-client\/nu_or_id\/pictures\/post\/big\/15399411665bc9a32e8ed64.JPG","contentUrl":"http:\/\/www.nu.or.id\/o-client\/nu_or_id\/pictures\/post\/big\/15399411665bc9a32e8ed64.JPG"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/kyaigalangsewu.net\/index.php\/2018\/10\/31\/biografi-habib-umar-bin-hafidz\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/kyaigalangsewu.net\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Biografi Habib Umar bin Hafidz"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/kyaigalangsewu.net\/#website","url":"https:\/\/kyaigalangsewu.net\/","name":"Pondok Pesantren Kyai Galang Sewu","description":"ala Ahlussunnah Wal Jamaah An-Nahdliyyah","publisher":{"@id":"https:\/\/kyaigalangsewu.net\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/kyaigalangsewu.net\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/kyaigalangsewu.net\/#organization","name":"Pondok Pesantren Kyai Galang Sewu","url":"https:\/\/kyaigalangsewu.net\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kyaigalangsewu.net\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/kyaigalangsewu.net\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/cropped-kop-pondok-2.png","contentUrl":"https:\/\/kyaigalangsewu.net\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/cropped-kop-pondok-2.png","width":461,"height":105,"caption":"Pondok Pesantren Kyai Galang Sewu"},"image":{"@id":"https:\/\/kyaigalangsewu.net\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/kyaigalangsewu.net\/#\/schema\/person\/a4ab8db7e9b1d29e2362959ced6e02e1","name":"Admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/165f1168055aed51ec59c8eff7983f3730a66b217300f02fe8a81a4c05381957?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/165f1168055aed51ec59c8eff7983f3730a66b217300f02fe8a81a4c05381957?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/165f1168055aed51ec59c8eff7983f3730a66b217300f02fe8a81a4c05381957?s=96&d=mm&r=g","caption":"Admin"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/ponpeskyaigalangsewu"],"url":"https:\/\/kyaigalangsewu.net\/index.php\/author\/admin\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kyaigalangsewu.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/88","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kyaigalangsewu.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kyaigalangsewu.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kyaigalangsewu.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kyaigalangsewu.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=88"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/kyaigalangsewu.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/88\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":195,"href":"https:\/\/kyaigalangsewu.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/88\/revisions\/195"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kyaigalangsewu.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=88"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kyaigalangsewu.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=88"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kyaigalangsewu.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=88"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}