{"id":399,"date":"2020-08-03T02:03:47","date_gmt":"2020-08-02T19:03:47","guid":{"rendered":"http:\/\/kyaigalangsewu.net\/?p=399"},"modified":"2020-08-04T08:39:41","modified_gmt":"2020-08-04T01:39:41","slug":"__trashed-4","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kyaigalangsewu.net\/index.php\/2020\/08\/03\/__trashed-4\/","title":{"rendered":"Chef Arnold Bahagia Melihat Ini"},"content":{"rendered":"\r\n<p><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-421 aligncenter\" src=\"https:\/\/kyaigalangsewu.net\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/sate-sate-2-300x247.jpeg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"247\" srcset=\"https:\/\/kyaigalangsewu.net\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/sate-sate-2-300x247.jpeg 300w, https:\/\/kyaigalangsewu.net\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/sate-sate-2-768x631.jpeg 768w, https:\/\/kyaigalangsewu.net\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/sate-sate-2-365x300.jpeg 365w, https:\/\/kyaigalangsewu.net\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/sate-sate-2.jpeg 960w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/p>\r\n<p>Gak mau kalah dengan tetangga depan. Santri putri Kyai Galang Sewu beraksi macam Master Chef Indonesia di dunia sate-persatean. Seperti pembuatan sate pada umumnya. Daging kambing dipotong dengan teknik seni yang menghasilkan potongan <em>abstrak nan aduhai<\/em>. Ditusuk-tusuk agar bersatu tidak saling meninggalkan (<em>Uwiiuuuw<\/em>). Dilumuri bumbu resep rahasia. Kemudian masuklah tahap pembakaran. Pembakaran sate sangatlah milenial dengan mengaplikasikan teknologi. Bisa dibilang sate 4.0. Teknologi yang digunakan tidak lain tidak bukan dengan menggunakan kipas angis. Sanggat <em>teknologiable<\/em>.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p><br \/>Menurut survey abal-abal rasa sate sangat <em>mantul bin mashook<\/em>. Seperti dibakar dengan durasi yang pas. Tidak kelamaan dan tidak kecepetan. Warna kecoklatan menggambarkan rasa manis, gurih, asin. Citarasa daging bakar pecah dimulut. Aroma sangit bakaran mengobrak-abrik hidung yang damai.\u00a0<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p><br \/>Apalagi dengan sambelnya. Dibuat dengan Lombok setan terbaik versi anak pondok dicampur dengan kecap le** hitam pekat macam kulit malika maka terciptalah sambel pembasmi umat. Pedes <em>polll <\/em>pakek I tiga kali. Semakin nikmat saat sambelnya dituangkan kedalam nasi pulen yang sudah dingin. Meski pun dingin kayak kamu, saya yakin nasi pulen ini dibuat dari beras pilihan dengan teknik pertanian yang paling baik dirawat seperti anak sendiri. Kayak malika.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p><br \/>Maka <em>mashoklah<\/em> kombnasi sate, nasi dingin dan sambel. Kombinasi yang hanya dengan mengunyahnya saja saya lagsung teringat citarasa satu tahun yang lalu. Beginilah rasa sate Idul Adha, rasa yang sangat tahunan. Hanya dinikmati satu tahun sekali. Nikmat semakin bertambah ketika gerimis mulai turun.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p><br \/>Hawa panas dari bakaran terganti dengan rasa sejuk dari kenangan. Eee dari hujan. Maka diiringi hujan aku menjadi penyate yang handal. <em>Aiihh<\/em>, Puitis banget aku.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p><br \/>Ngomong-ngomong masalah sate. Saya jadi ingat asal muasal sate itu sendiri. Ada dua versi yang membahas mengenai sejarah sate. Versi pertama, sate diciptakan oleh pedagang Jawa sekitar abat 19 bersamaan dengan banyaknya pendatang Arab sehingga hal ini menjadi alasan daging yang biasa digunakan dalam <em>menyate<\/em> adalah domba atau kambing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Versi kedua menyatakan bahwa sate berasal dari Tionghoa dengan asal kata sa tae bak yang berarti tiga potong daging. Masyarakat Tionghoa mengkonsumsi sate dengan berbagai macam daging, mulai dari yang masuk kategori halal dan kategori haram seperti babi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p><br \/>Karena kami bukan produk abad 19-an. Jangan tanya ke kami asal usul mana yang benar. Tapi jika dilihat dari asal muasal sate versi kedua sangat menggambarkan islam yang membudaya. Dimana para alim ulama kita dahulu menyebarkan islam tidak dengan membabat habis kebudayaan yang sudah ada, namun mengakulturasi menjadi hal yang sesuai syariat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p><br \/>Aiihhh memakan sate saja jadi teringat islam yang lembut dan penuh kasih sayang.<\/p>\r\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Gak mau kalah dengan tetangga depan. Santri putri Kyai Galang Sewu beraksi macam Master Chef Indonesia di dunia sate-persatean. Seperti pembuatan sate pada umumnya. Daging kambing dipotong dengan teknik seni yang menghasilkan potongan abstrak nan aduhai. Ditusuk-tusuk agar bersatu tidak saling meninggalkan (Uwiiuuuw). Dilumuri bumbu resep rahasia. Kemudian masuklah tahap pembakaran. Pembakaran sate sangatlah milenial [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-399","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-humor"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.6 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Chef Arnold Bahagia Melihat Ini - Pondok Pesantren Kyai Galang Sewu<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Gak mau kalah dengan tetangga depan. Santri putri Kyai Galang Sewu beraksi macam Master Chef Indonesia di dunia sate-persatean. Seperti pembuatan sate pada umumnya. Daging kambing dipotong dengan teknik seni yang menghasilkan potongan abstrak nan aduhai. Ditusuk-tusuk agar bersatu tidak saling meninggalkan (Uwiiuuuw). Dilumuri bumbu resep rahasia. Kemudian masuklah tahap pembakaran. Pembakaran sate sangatlah milenial dengan mengaplikasikan teknologi. Bisa dibilang sate 4.0. Teknologi yang digunakan tidak lain tidak bukan dengan menggunakan kipas angis. Sanggat teknologiable.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/kyaigalangsewu.net\/index.php\/2020\/08\/03\/__trashed-4\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Chef Arnold Bahagia Melihat Ini - Pondok Pesantren Kyai Galang Sewu\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Gak mau kalah dengan tetangga depan. Santri putri Kyai Galang Sewu beraksi macam Master Chef Indonesia di dunia sate-persatean. Seperti pembuatan sate pada umumnya. Daging kambing dipotong dengan teknik seni yang menghasilkan potongan abstrak nan aduhai. Ditusuk-tusuk agar bersatu tidak saling meninggalkan (Uwiiuuuw). Dilumuri bumbu resep rahasia. Kemudian masuklah tahap pembakaran. Pembakaran sate sangatlah milenial dengan mengaplikasikan teknologi. Bisa dibilang sate 4.0. Teknologi yang digunakan tidak lain tidak bukan dengan menggunakan kipas angis. Sanggat teknologiable.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/kyaigalangsewu.net\/index.php\/2020\/08\/03\/__trashed-4\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Pondok Pesantren Kyai Galang Sewu\" \/>\n<meta property=\"article:author\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/ponpeskyaigalangsewu\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2020-08-02T19:03:47+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2020-08-04T01:39:41+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"http:\/\/kyaigalangsewu.net\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/sate-sate-2-300x247.jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kyaigalangsewu.net\\\/index.php\\\/2020\\\/08\\\/03\\\/__trashed-4\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kyaigalangsewu.net\\\/index.php\\\/2020\\\/08\\\/03\\\/__trashed-4\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Admin\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kyaigalangsewu.net\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/a4ab8db7e9b1d29e2362959ced6e02e1\"},\"headline\":\"Chef Arnold Bahagia Melihat Ini\",\"datePublished\":\"2020-08-02T19:03:47+00:00\",\"dateModified\":\"2020-08-04T01:39:41+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kyaigalangsewu.net\\\/index.php\\\/2020\\\/08\\\/03\\\/__trashed-4\\\/\"},\"wordCount\":405,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kyaigalangsewu.net\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kyaigalangsewu.net\\\/index.php\\\/2020\\\/08\\\/03\\\/__trashed-4\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"http:\\\/\\\/kyaigalangsewu.net\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2020\\\/08\\\/sate-sate-2-300x247.jpeg\",\"articleSection\":[\"Humor\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/kyaigalangsewu.net\\\/index.php\\\/2020\\\/08\\\/03\\\/__trashed-4\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kyaigalangsewu.net\\\/index.php\\\/2020\\\/08\\\/03\\\/__trashed-4\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kyaigalangsewu.net\\\/index.php\\\/2020\\\/08\\\/03\\\/__trashed-4\\\/\",\"name\":\"Chef Arnold Bahagia Melihat Ini - Pondok Pesantren Kyai Galang Sewu\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kyaigalangsewu.net\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kyaigalangsewu.net\\\/index.php\\\/2020\\\/08\\\/03\\\/__trashed-4\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kyaigalangsewu.net\\\/index.php\\\/2020\\\/08\\\/03\\\/__trashed-4\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"http:\\\/\\\/kyaigalangsewu.net\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2020\\\/08\\\/sate-sate-2-300x247.jpeg\",\"datePublished\":\"2020-08-02T19:03:47+00:00\",\"dateModified\":\"2020-08-04T01:39:41+00:00\",\"description\":\"Gak mau kalah dengan tetangga depan. Santri putri Kyai Galang Sewu beraksi macam Master Chef Indonesia di dunia sate-persatean. Seperti pembuatan sate pada umumnya. Daging kambing dipotong dengan teknik seni yang menghasilkan potongan abstrak nan aduhai. Ditusuk-tusuk agar bersatu tidak saling meninggalkan (Uwiiuuuw). Dilumuri bumbu resep rahasia. Kemudian masuklah tahap pembakaran. Pembakaran sate sangatlah milenial dengan mengaplikasikan teknologi. Bisa dibilang sate 4.0. Teknologi yang digunakan tidak lain tidak bukan dengan menggunakan kipas angis. Sanggat teknologiable.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kyaigalangsewu.net\\\/index.php\\\/2020\\\/08\\\/03\\\/__trashed-4\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/kyaigalangsewu.net\\\/index.php\\\/2020\\\/08\\\/03\\\/__trashed-4\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kyaigalangsewu.net\\\/index.php\\\/2020\\\/08\\\/03\\\/__trashed-4\\\/#primaryimage\",\"url\":\"http:\\\/\\\/kyaigalangsewu.net\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2020\\\/08\\\/sate-sate-2-300x247.jpeg\",\"contentUrl\":\"http:\\\/\\\/kyaigalangsewu.net\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2020\\\/08\\\/sate-sate-2-300x247.jpeg\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kyaigalangsewu.net\\\/index.php\\\/2020\\\/08\\\/03\\\/__trashed-4\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/kyaigalangsewu.net\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Chef Arnold Bahagia Melihat Ini\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kyaigalangsewu.net\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kyaigalangsewu.net\\\/\",\"name\":\"Pondok Pesantren Kyai Galang Sewu\",\"description\":\"ala Ahlussunnah Wal Jamaah An-Nahdliyyah\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kyaigalangsewu.net\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/kyaigalangsewu.net\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kyaigalangsewu.net\\\/#organization\",\"name\":\"Pondok Pesantren Kyai Galang Sewu\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kyaigalangsewu.net\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kyaigalangsewu.net\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kyaigalangsewu.net\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/12\\\/cropped-kop-pondok-2.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/kyaigalangsewu.net\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/12\\\/cropped-kop-pondok-2.png\",\"width\":461,\"height\":105,\"caption\":\"Pondok Pesantren Kyai Galang Sewu\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kyaigalangsewu.net\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kyaigalangsewu.net\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/a4ab8db7e9b1d29e2362959ced6e02e1\",\"name\":\"Admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/165f1168055aed51ec59c8eff7983f3730a66b217300f02fe8a81a4c05381957?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/165f1168055aed51ec59c8eff7983f3730a66b217300f02fe8a81a4c05381957?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/165f1168055aed51ec59c8eff7983f3730a66b217300f02fe8a81a4c05381957?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Admin\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/ponpeskyaigalangsewu\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/kyaigalangsewu.net\\\/index.php\\\/author\\\/admin\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Chef Arnold Bahagia Melihat Ini - Pondok Pesantren Kyai Galang Sewu","description":"Gak mau kalah dengan tetangga depan. Santri putri Kyai Galang Sewu beraksi macam Master Chef Indonesia di dunia sate-persatean. Seperti pembuatan sate pada umumnya. Daging kambing dipotong dengan teknik seni yang menghasilkan potongan abstrak nan aduhai. Ditusuk-tusuk agar bersatu tidak saling meninggalkan (Uwiiuuuw). Dilumuri bumbu resep rahasia. Kemudian masuklah tahap pembakaran. Pembakaran sate sangatlah milenial dengan mengaplikasikan teknologi. Bisa dibilang sate 4.0. Teknologi yang digunakan tidak lain tidak bukan dengan menggunakan kipas angis. Sanggat teknologiable.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/kyaigalangsewu.net\/index.php\/2020\/08\/03\/__trashed-4\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Chef Arnold Bahagia Melihat Ini - Pondok Pesantren Kyai Galang Sewu","og_description":"Gak mau kalah dengan tetangga depan. Santri putri Kyai Galang Sewu beraksi macam Master Chef Indonesia di dunia sate-persatean. Seperti pembuatan sate pada umumnya. Daging kambing dipotong dengan teknik seni yang menghasilkan potongan abstrak nan aduhai. Ditusuk-tusuk agar bersatu tidak saling meninggalkan (Uwiiuuuw). Dilumuri bumbu resep rahasia. Kemudian masuklah tahap pembakaran. Pembakaran sate sangatlah milenial dengan mengaplikasikan teknologi. Bisa dibilang sate 4.0. Teknologi yang digunakan tidak lain tidak bukan dengan menggunakan kipas angis. Sanggat teknologiable.","og_url":"https:\/\/kyaigalangsewu.net\/index.php\/2020\/08\/03\/__trashed-4\/","og_site_name":"Pondok Pesantren Kyai Galang Sewu","article_author":"https:\/\/www.facebook.com\/ponpeskyaigalangsewu","article_published_time":"2020-08-02T19:03:47+00:00","article_modified_time":"2020-08-04T01:39:41+00:00","og_image":[{"url":"http:\/\/kyaigalangsewu.net\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/sate-sate-2-300x247.jpeg","type":"","width":"","height":""}],"author":"Admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Admin","Estimasi waktu membaca":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/kyaigalangsewu.net\/index.php\/2020\/08\/03\/__trashed-4\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kyaigalangsewu.net\/index.php\/2020\/08\/03\/__trashed-4\/"},"author":{"name":"Admin","@id":"https:\/\/kyaigalangsewu.net\/#\/schema\/person\/a4ab8db7e9b1d29e2362959ced6e02e1"},"headline":"Chef Arnold Bahagia Melihat Ini","datePublished":"2020-08-02T19:03:47+00:00","dateModified":"2020-08-04T01:39:41+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/kyaigalangsewu.net\/index.php\/2020\/08\/03\/__trashed-4\/"},"wordCount":405,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/kyaigalangsewu.net\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/kyaigalangsewu.net\/index.php\/2020\/08\/03\/__trashed-4\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"http:\/\/kyaigalangsewu.net\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/sate-sate-2-300x247.jpeg","articleSection":["Humor"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/kyaigalangsewu.net\/index.php\/2020\/08\/03\/__trashed-4\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/kyaigalangsewu.net\/index.php\/2020\/08\/03\/__trashed-4\/","url":"https:\/\/kyaigalangsewu.net\/index.php\/2020\/08\/03\/__trashed-4\/","name":"Chef Arnold Bahagia Melihat Ini - Pondok Pesantren Kyai Galang Sewu","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kyaigalangsewu.net\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/kyaigalangsewu.net\/index.php\/2020\/08\/03\/__trashed-4\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/kyaigalangsewu.net\/index.php\/2020\/08\/03\/__trashed-4\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"http:\/\/kyaigalangsewu.net\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/sate-sate-2-300x247.jpeg","datePublished":"2020-08-02T19:03:47+00:00","dateModified":"2020-08-04T01:39:41+00:00","description":"Gak mau kalah dengan tetangga depan. Santri putri Kyai Galang Sewu beraksi macam Master Chef Indonesia di dunia sate-persatean. Seperti pembuatan sate pada umumnya. Daging kambing dipotong dengan teknik seni yang menghasilkan potongan abstrak nan aduhai. Ditusuk-tusuk agar bersatu tidak saling meninggalkan (Uwiiuuuw). Dilumuri bumbu resep rahasia. Kemudian masuklah tahap pembakaran. Pembakaran sate sangatlah milenial dengan mengaplikasikan teknologi. Bisa dibilang sate 4.0. Teknologi yang digunakan tidak lain tidak bukan dengan menggunakan kipas angis. Sanggat teknologiable.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/kyaigalangsewu.net\/index.php\/2020\/08\/03\/__trashed-4\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/kyaigalangsewu.net\/index.php\/2020\/08\/03\/__trashed-4\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kyaigalangsewu.net\/index.php\/2020\/08\/03\/__trashed-4\/#primaryimage","url":"http:\/\/kyaigalangsewu.net\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/sate-sate-2-300x247.jpeg","contentUrl":"http:\/\/kyaigalangsewu.net\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/sate-sate-2-300x247.jpeg"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/kyaigalangsewu.net\/index.php\/2020\/08\/03\/__trashed-4\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/kyaigalangsewu.net\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Chef Arnold Bahagia Melihat Ini"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/kyaigalangsewu.net\/#website","url":"https:\/\/kyaigalangsewu.net\/","name":"Pondok Pesantren Kyai Galang Sewu","description":"ala Ahlussunnah Wal Jamaah An-Nahdliyyah","publisher":{"@id":"https:\/\/kyaigalangsewu.net\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/kyaigalangsewu.net\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/kyaigalangsewu.net\/#organization","name":"Pondok Pesantren Kyai Galang Sewu","url":"https:\/\/kyaigalangsewu.net\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kyaigalangsewu.net\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/kyaigalangsewu.net\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/cropped-kop-pondok-2.png","contentUrl":"https:\/\/kyaigalangsewu.net\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/cropped-kop-pondok-2.png","width":461,"height":105,"caption":"Pondok Pesantren Kyai Galang Sewu"},"image":{"@id":"https:\/\/kyaigalangsewu.net\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/kyaigalangsewu.net\/#\/schema\/person\/a4ab8db7e9b1d29e2362959ced6e02e1","name":"Admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/165f1168055aed51ec59c8eff7983f3730a66b217300f02fe8a81a4c05381957?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/165f1168055aed51ec59c8eff7983f3730a66b217300f02fe8a81a4c05381957?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/165f1168055aed51ec59c8eff7983f3730a66b217300f02fe8a81a4c05381957?s=96&d=mm&r=g","caption":"Admin"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/ponpeskyaigalangsewu"],"url":"https:\/\/kyaigalangsewu.net\/index.php\/author\/admin\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kyaigalangsewu.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/399","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kyaigalangsewu.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kyaigalangsewu.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kyaigalangsewu.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kyaigalangsewu.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=399"}],"version-history":[{"count":7,"href":"https:\/\/kyaigalangsewu.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/399\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":433,"href":"https:\/\/kyaigalangsewu.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/399\/revisions\/433"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kyaigalangsewu.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=399"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kyaigalangsewu.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=399"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kyaigalangsewu.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=399"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}