Hukum Air yang Tercampur dengan Bangkai Ikan

Lapak Fuqoha
  1. Apa hukum air yang tercampur dengan bangkai ikan di tandon (penampung) air?
  • Hukumnya suci menyucikan, apabila bangkai ikan tidak hancur (mujawwir) dan bisa dipisah, walaupun baunya berubah tetap suci. Untuk berjaga-jaga air dalam tandon bisa ditambahkan air agar baunnya hilang atau airnya dikurangi sampai baunnya hilang.
  • Apabila bangkai ikan hancur (mukhalli) dan tidak bisa dipisah maka air bisa menjadi suci tapi tidak mensucikan karena bangkai sudah tidak bisa dipisahkan dengan air.

هُوَ الطَّهُورُ مَاؤُهُ الْحِلُّ مَيْتَتُهُ

HR. Abu Daud, no. 83; An Nasai no. 59; Tirmidzi, no. 69. “Air laut itu suci dan bangkainya pun halal.

Sulaiman al-Jamal, dalam Hasyiyatul Jamal, Darul Fikr, halaman 269, menyatakan sebagai berikut:

  (فَرْعٌ) اسْتِطْرَادِيٌّ وَقَعَ السُّؤَالُ عَنْ بِئْرٍ تَغَيَّرَ مَاؤُهَا وَلَمْ يُعْلَمْ لِتَغَيُّرِهِ سَبَبٌ ثُمَّ فُتِّشَ فِيهَا فَوُجِدَ فِيهَا سَمَكَةٌ مَيِّتَةٌ وَأُحِيلَ التَّغَيُّرُ عَلَيْهَا فَهَلْ الْمَاءُ طَاهِرٌ أَوْ مُتَنَجِّسٌ؟ وَالْجَوَابُ أَنَّ الظَّاهِرَ بَلْ الْمُتَعَيِّنُ الطَّهَارَةُ؛ لِأَنَّ مَيْتَةَ السَّمَكِ طَاهِرَةٌ وَالْمُتَغَيِّرُ بِالطَّاهِرِ لَا يَتَنَجَّسُ ثُمَّ إنْ لَمْ يَنْفَصِلْ مِنْهَا أَجْزَاءٌ تُخَالِطُ الْمَاءَ وَتُغَيِّرُهُ فَهُوَ طَهُورٌ؛ لِأَنَّ تَغَيُّرَهُ بِمُجَاوِرٍ وَإِلَّا فَغَيْرُ طَهُورٍ إنْ كَثُرَ التَّغَيُّرُ بِحَيْثُ يَمْنَعُ إطْلَاقَ اسْمِ الْمَاءِ عَلَيْهِ اهـ ع ش عَلَى م ر

Artinya: “Ada sebuah pertanyaan tentang sumur yang berubah airnya dan tidak diketahui faktor penyebab perubahannya, kemudian diteliti dan ditemukan bangkai ikan. Perubahan air diarahkan karena ikan tersebut. Apakah airnya dihukumi tetap suci ataukah terkena najis? Jawabnya, secara lahiriah bahkan yang jelas hukumnya adalah suci sebab ikan itu hukumnya suci sedangkan air yang mengalami perubahan karena benda yang suci hukummnya tidak menjadi najis. Hal tersebut kalau tidak ada anggota tubuh ikan yang lepas kemudian menyatu dengan air lalu mengubahnya, maka air tetap suci menyucikan karena perubahannya disebabkan oleh benda yang tak larut. Kalau tidak demikian, maka hukumnya suci tapi tidak menyucikan apabila memang perubahannya cukup banyak yang dapat mengubah netralitas nama air. Demikian kutipan dari Ali Syibramalisi atas Imam Ramli.”

Sumber: Musyawarah kubro (1) Ponpes. Kyai Galang Sewu

1 thought on “Hukum Air yang Tercampur dengan Bangkai Ikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *