Antusiasme Santri Kyai Galang Sewu Ikuti Haul Habib Ali bin Muhammad Al-habsyi

KGS-News

Tembalang, Pondok Pesantren Kyai Galang Sewu – Keluarga Pondok Pesantren Kyai Galang Sewu bersama warga Jurang Blimbing telah melaksanakan peringatan Haul Muallif atau pengarang kitab Maulid Simthudduror, yakni Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi. Acara tersebut berlangsung di Masjid Al-Ikhlas, Jurang Blimbing, Tembalang, Semarang pada Jum’at (26/11) usai sholat jama’ah subuh. Peringatan Haul Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi kali ini diisi dengan pembacaan Maulid Simthudurror yang dipimpin oleh pengasuh Ponpes. Kyai Galang Sewu, K. M. Nur Salafuddin Al-hafidz. Seluruh santri Ponpes. Kyai Galang Sewu (KGS) khusuk mengikuti acara dan menikmati setiap bait Maulid Simthudduror yang dilantunkan. Iringan rebana dari tim rebana KGS pun semakin menambah kesakralan dan kecintaan kepada Rasulullah SAW.

Peringatan haul tersebut bertujuan untuk mengenang kiprah Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi. Semasa hidupnya, beliau mengarang kitab maulid yang berisikan ringkasan sejarah kehidupan Nabi Muhammad SAW yang bernama Maulid Simthuddurror. Habib Ali lahir dari pasangan Habib Muhammad bin Husein Al-Habsyi dan Hubabah Alawiyah binti Husein Al Habsyi bin Ahmad Al Hadi Al Jufri. Beliau mulai menyusun kitab pada usia 68 tahun yang bertepatan pada tanggal 10 Shofar 1322 H. Kitab tersebut disusun atas dasar kecintaan yang mendalam kepada Rasulullah.

Acara ini dipungkasi dengan mauidhoh hasanah oleh Bapak Salaf, sapaan akrab pengasuh Ponpes. Kyai Galang Sewu. Beliau menerangkan kisah riyadhah Habib Ali yang bertemu dengan Nabi Muhammad SAW ketika hanyut dalam munajat dan sujud sebagai bentuk kecintaan yang amat sangat dahsyat pada Nabi Muhammad SAW. Bertemunya Habib Ali dengan Nabi Muhammad SAW ini sudah menuntaskan perintah sang ibunda dan membukakan ridhonya kepada Habib Ali.

“Salah satu bukti cinta kita kepada Rasulullah adalah dengan senantiasa bersolawat kepada baginda rasul. Salah satu bukti cinta kepada Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi adalah dengan sering membaca maulid simthudduror. Seperti dalam Kitab Sullamut Taufiq hal.  59

وَ مِنْ عَلاَ مَةِ مَحَبَّتِهِ اَكْثَرُ تِلاَ وَتِهِ إِذَا مَنْ أَحَبَّ شَيْأً أَكْثَرُ ذِكْرهِ

yang artinya dan tanda seseorang yang mencintai sesuatu maka ia akan sering membacanya, barang siapa yang mencintai sesuatu maka ia akan banyak menyebutnya,” dawuh Bapak Salaf. Ternyata cinta akan membuat siapa saja yang mengaguminya pasti akan banyak disebut dan siapa yang merasakannya rela berbuat apa pun demi yang dicintai. Usai mauidhoh hasanah rangkaian acara ini pun ditutup dengan syukuran makan bersama.

Fotografer                  : KGS Media

Reporter dan Editor : Tim Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *