SUDAHKAH KITA MENJALANKAN SHOLAT SUNNAH ISYROQ ?

Shalat Isyroq merupakan sholat sunah yang dilakukan sendiri-sendiri, tidak disunahkan untuk berjamaah. Sholat ini dinamakan shalat isyroq atau syuruq atau thulu’. Dinamakan demikian karena pelaksanaannya berkaitan dengan waktu matahari terbit (mulai memancarkan sinarnya). Waktu pelaksanaanya  ketika matahari pada posisi ketinggian  3,5 dziro (168 cm menurut jumhur ulama, atau setelah habis waktu Subuh, yaitu sekitar 90-100 menit. atau mulai terbitnya matahari setinggi satu tombak, yaitu sekitar 12-15 menit setelah matahari terbit). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang shalat ketika matahari terbit, terbenam dan ketika lurus di tengah-tengah langit.

Dari Anas bin Malik, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Barangsiapa yang melaksanakan shalat shubuh secara berjama’ah lalu ia duduk sambil berdzikir pada Allah hingga matahari terbit, kemudian ia melaksanakan shalat dua raka’at, maka ia seperti memperoleh pahala haji dan umroh.” Beliau pun bersabda, “Pahala yang sempurna, sempurna dan sempurna.” HR. Tirmidzi no. 586

“Barangsiapa yang shalat Shubuh dengan berjamaah, lalu duduk berdzikir kepada Allah sehingga matahari terbit, kemudian shalat dua rakaat, maka ia mendapatkan pahala haji dan umrah sempurna (diulang tiga kali).” (HR. Al-Tirmidzi no. 971).
Niat sholat isyroq “Usholli sunnatal isyroq rokataini mustaqbilal qiblati ada’an Lillahita’ala Artinya: “Aku berniat melakukan Sholat Sunah Isyroq 2 Raka’at karena Allah Ta’ala”.
Bisa juga diniati, usholli sunnatal isyroq wal istikhoroh wal hifidz wa taubah wa qodhoil hajah rokataini mustaqbilal qiblati ada’an lillahi ta’ala.

Bacaan pada rakaat pertama setelah alfatihah, sebaiknya membaca surat Wad-Dhuha dilanjut surat an nisa ayat 110 dan pada rakaat kedua membaca  Alam Nasyrakh dilanjut ayat 64. Sebaiknya shalat ini dilakukan sesegera mungkin mengingat waktu yang terbatas. Karena setelah matahari kelihatan mulai meninggi, maka tibalah saatnya waktu shalat dhuha.

Setelah selesai sholat membaca do’a : Alhamdulillaahilladzii ja’alal yauma ‘aafiyatan wa jaa’asy-syamsu mim mathla’ihaa. Allaahummarzuqnii khaira haadzal yaumi wadfa’ ‘annii syarrahu. Allaahumma nawwir qalbii bi nuuri hidaayatika kamaa nawwartal ardha bi nuuri syamsika abadaa. Birahmatika yaa arhaamarraahimiin.
الحمد لله الذى جعل اليوم عافية وجاء الشمس من مطلعها. اللهم ارزقنى خير هذااليوم وادفع عنى شره. اللهم نور قلبى بنور هدايتك كما نورت الارض بنور شمسك ابدا برحمتك يا ارحم الراحمين. امين….
Segala puji bagi Allah, yg telah menjadikan hari ini sejahtera dan telah terbit matahari dari tempatnya. Ya Allah berilah aku kebaikan hari ini dan jauhkanlah dariku keburukan hari ini. Ya Allah, terangilah hatiku dgn cahaya hidayah Mu, sebagaimana telah Engkau terangi bumi dengan cahaya matahari Mu terus menerus. Dengan rahmat Mu wahai Yg Paling Pengasih di antara semua yang mengasihi.

 

(Sumber: Grup WA Majlis Taklim Al Amin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *